Welcome

Rabu, 24 November 2010

Hikmah Bersuci Dari Najis

Diposting oleh Lost Good Thing

Menurut pengetahuan ilmu kesehatan, untuk menjaga diri dan menolak sesuatu penyakit, terlebih dahulu mesti diikhtiarkan kebersihan secukupnya dalam segala hal. Bukan hanya kebersihan badan atau lebih tegas kebersihan kulit saja yang diajarkan islam, tetapi islam menunjukkan dan memerintahkan untuk melakukan kebersihan dalam lima bagian :

  1. kebersihan dan kesucian rumah dan pekarangan
  2. kebersihan dan kesucian badan
  3. kebersihan dan kesucian pakaian
  4. kebersihan dan kesucian makanan
  5. kebersihan dan kesucian ruh dan hati

Apa yang dimaksud suci atau membersihkan ?

  • Membersihakan diri dari kotoran dan keemaran najis, yakni menghilangkannya dari badan, pakaian atau tempat yang terkena najis, dengan alat-alat bersuci.
  • Membersihkan diri dari hadas kecil dengan wudhu dan dari hadas besar dengan mandi atau tayammum (buat mengganti wudhu dan mandi).
  • Menyikat gigi atau membersihkannya dari segala kotoran-kotorannya.
  • Membuang segala kotoran yang memburukkan pemandangan, yaitu menggunting rambut, kuku, bulu ari-ari, bulu ketiak dan lain sebagainnya.
  • Membersihkan diri dengan taubat dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan dan membersihkan jiwa dari segala rupa perangai yang keji-keji.

Apa saja hikmah bersuci dari najis ?

Kita diperintah beristinjak (bersuci cebok) dari tahi dan kencing, mencuci segala bekas najis, hingga tak ada lagi bekasnya, warnanya atau baunya. Perlu juga dijaga jangan sampai ada najis pada kain baju kita dan tinggal terekat di tangan pencuci, artinya sesudah beristinjak haruslah kiata dengan teliti mencuci tangan dengan air dan sabun. Tak usahlah kiranya diterangkan pula disini, bahwa tangan pencuci itu seharusnya tangan kiri, karena tangan kanan dipergunakan di waktu makan dan minum. Inilah suatu perintah yang telah di terapkan oleh Nabi Muhammad saw.

Sungguh berbahaya sekali apabila orang buang air besar ditanah terbuka, sehingga terserak-serak tahi itu kian kemari. Tahi itu mengandung berbagai bibit penyakit perut seperti cacing tambang, typhus, kolera, dan dysentri. Lagi pula tentu saja ada bibit penyakit itu yang di bawa lalat ke dalam makanan dan minuman kita. Itulah sala satu sebab, mengapa di lingkungan orang-orang yang belum mengadakan jamban yang tertutup bisa jadi tempat yang subur bagi bibit penyakit tersebut.




Memilihara kebersihan, keindahan dan kesehatan jasmani termasuk hal-hal yang mendapat perhatian dalam agama islam. Seorang tidak dianggap mempunyai kelebihan dan kehormatan, kecuali apabila ia memperhatikan dan memelihara kebersihan, keindahan dan kesehatannya, yang berhubungan dengan makanan, minuman, pakaian dan lingkungan tempat tinggalnya. Kesehatan dan kebersihan jasmani bukan saja merupakan kebaikan lahiriyah semata-mata, namun berpengaruh sekali dalam pemeliharaan rohani, karena dapat membangkitkan semangat seseorang untuk memikul beban hidup. Hidup dalam arti yang luas memerlukan jasmani yang kuat dan fisik yang tangguh.

0 komentar:

Posting Komentar