Welcome

Minggu, 12 Desember 2010

Sistem Saraf

Diposting oleh Lost Good Thing

Fungsi-fungsi Dasar Sistem Saraf

Sistem saraf (nervous system) merupakan sirkuit komunikasi elektrokimia tubuh. Bidangnya yang mempelajari sistem saraf disebut neurosains (neuroscience), dan orang-orang yang mempelajarinya disebut ilmuwan neurosains (neuroscientist).

Sistem saraf manusia terbuat dari miliaran sel yang saling terhubung, dan mungkin merupakan gugusan teroganisir yang paling rumit dari materi planet bumi. Sebuah sentimenter kubik tunggal dari otak manusia terdiri atas lebih dari 50 juta sel saraf, tiap-tiapnya berkomunikasi dengan banyak sel saraf lainnya dalam jaringan kerja pengolahan informasi yang membuat komputer yang paling elaborative terlihat primitif.

Karakteristik Sistem Saraf

Otak dan sistem saraf memadu interaksi kita dengan dunia disekeliling kita, menggerakkan tubuh melalui dunia, dan mengarahkan adaptasi kita terhadap lingkungan.  Beberapa karakteristik yang luar biasa memungkinkan sistem saraf mengarahkan prilaku kita : kompleksitas, integrasi, adaptabilitas, dan transmisi elektrokimia. Kemampuan otak khusus otak untuk beradaptasi dan berubah disebut plastisitas.

Berbagai Jalur Dalam Sistem Saraf

Pengambilan keputusan dalam sistem saraf terjadi dalam jalur sel saraf yang khusus. Tiga jalur ini adalah masukan sensoris, keluaran motorik, dan jejaring saraf.

·         Kompleksiitas otak dan sistem saraf luar biasa rumit. Otak sendiri terdiri atas miliaran sel saraf. Orkestrasi dari seluruh sel ini-- memungkinkan orang-orang bernyanyi, berdansa, menulis, berbicara, dan berfikir—merupakan tugas yang mengagumkan. Seiring dengan kita membaca, otak kita melakukan sejumlah besar tugas—mencangkup bernapas, melihat, berpikir, bergerak—dimana perakitan yang lebih luas dari sel-sel saraf terjadi.

 

·         Integrasi ilmuwan neurosains Steven Hyman (2001), menyebutkan otak sebagai “penyatu yang hebat”. Maksudnya adalah otak melakukan tugas yang luar biasa menarik informasi bersama-sama. Suara, penglihatan, sentuhan, merasa, membaui, mendengar, gen, lingkungan—otak menyatukan seluruhnya seiring dengan kita berfungsi di dalam dunia kita.

Otak dan sistem saraf memiliki tingkatan berbeda-beda dan banyak bagian yang berbeda-beda. Aktivitas otak di integrasikan sepanjang tingkatan ini melalui interkoneksi yang tak terhingga dari sel-sel otak dan jalur luas yang menghubungkan bagian-bagian otak yang berbeda. Tiap-tiap sel saraf rata-rata berkomunikasi dengan 10.000 sel saraf lainnya, membuat koneksi bermil-mil (Bloom, Nelson, & Lazerson, 2001). Pikirkan apa yang terjadi ketika nyamuk mengigit tangan kita. Bagaimana otak kita mengetahui kita digigit dan dimana letak gigitan tersebut? Berikat- ikat sel saraf terhubung meneruskan informasi mengenai gigitan dari tangan kita melalui sistem saraf dalam cara yang sangat teratur kepada tingkatan otak teringgi.

·         Adaptabilitas dunia di seputar kita terus menerus berubah. Untuk bertahan hidup kita harus beradaptasi terhadap kondisi baru. Otak dan sistem saraf kita bersama-sama berfungsi sebagai agen dalam beradaptasi terhadap dunia. Meskipun sel-sel saraf menetap dalam wilayah otak tertentu, mereka bukanlah struktur yang tetap dan tak dapat berubah. Mereka memiliki dasar biologis dan turun menurun, tetapi mereka terus-menerus beradaptasi terhadap perubahan dalam tubuh dan lingkungan (Coch, Ficher, & Dawson, 2007)

Istilah plastisitas (plasticity) melambangkan kemampuan khusus otak untuk modifikasi dan perubahan. Contoh plastisitas yang muncul tidak terlalu dramatis muncul dalam diri kita semua. Pengalaman yang kiata miliki menyumbang pada pendawaian (wiring) dan pendawaian ulang (rewiring) otak (Mills & Sheehan, 2007). Misalnya, setiap kali bayi menyentuh sebuah benda atau menatap dengan sungguh-sungguh pada sebuah wajah, impuls-impuls listrik dan perantara kimia menembak melalui otak si bayi, merajut sel-sel otak bersama menuju berbagai jalur dan jaringan kerja.

 Transmisi Elektrokimia otak dan sistem saraf pada dasarnya berfungsi sebagai sebuah sistem pengolahan informasi, di perkuat oleh berbagai impuls listrik dan perantara kimia (Chichilnisky, 2007). Ketika orang berbicara dengan yang lain, mereka menggunakan berbagai kimia.


0 komentar:

Posting Komentar