Welcome

Selasa, 06 November 2012

PENDIDIKAN SEBAGAI PEMERSATU BANGSA

Diposting oleh Lost Good Thing



Pada dasarnya manusia sebagai bagian dari komponen alam memiliki  kebebasan untuk mengatur, menata, dan tidak mau diatur. Oleh karena itu  diperlukan suatu kesadaran untuk memahami secara bersama-sama bahwa hidup  bermasyarakat harus memiliki tujuan yang sama secara kolektif dan didukung  bersama agar tujuan tersebut dapat terwujud.

Dalam proses pendidikan cukup banyak komponen yang terlibat, mulai dari :  siswa sebagai peserta didik;  guru sebagai pembina dan pembentuk kepribadian  serta kemandirian peserta didik; pimpinan sekolah dan lembaga terkait sebagai  penentu dan pembuat kebijakan yang dampaknya akan sangat terasa pada proses 
pendidikan bagi peserta didik;  orang tua siswa yang mengharapkan hasil  maksimum dari sekolah pada pembentukan perilaku dan keterampilan anak yang  dititipkan di sekolah, masyarakat yang melihat, memantau, dan mewarnai anak  didik di luar sekolah. Kelima komponen tersebut harus saling mendukung dan  saling mengisi agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik sehingga  memiliki kualitas yang sesuai untuk mengisi pembangunan di masa mendatang.

Kebersamaan dan persatuan akan muncul apabila ada  kesamaan tujuan,  kesamaan emosional dan kesaman kebutuhan. Oleh karena itu untuk menciptakan  suatu kondisi yang bersifat kebersamaan dalam persatuan dan kesatuan harus  dibangun oleh tujuan yang sama dan bermanfaat yang merupakan  kebutuhan  bersama. Apabila tujuan tersebut sudah menjadi kebutuhan maka semua  komponen masyarakat akan bersatu padu untuk mengusung dan mensukseskan  tujuan tersebut. Hal yang menjadi persoalaan saat ini adalah bagaimana cara membangun tujuan yang merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia secara  keseluruhan, sehingga dengan tujuan tersebut Indonesia menjadi negara yang kuat  dan jaya dimasa kini dan masa yang akan datang.

Otonomi daerah adalah penjelamaan dari ketidakpuasan pada sistem  sentralistik yang mengakibatkan daerah tidak berkembang sesuai dengan potensi  dan kemampuannya. Apabila tidak diwaspadai akan melupakan tujuan nasional  yang telah dibangun bersama yaitu masyarakat yang bersatu dalam  Negara  Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tujuan tersebut harus menjadi dasar  pembinaan pada generasi muda  terutama melalui pendidikan agar tidak  meyimpang dan menjadi sasaran pembangunan sehingga semua komponen bangsa  memiliki kesadasaran kolektif untuk mempertahankan dan menjaga martabat  bangsa.

Oleh karena itu dalam proses pendidikan pada perumusan pembelajaran dan  pencapaian pengajaran di kelas atau sekolah harus dikaitkan dan ditekankan pada  target atau pencapaian tujuan pembangunan nasional. Muatan lokal (mulok)  sebagai bahan pengayaan dan penyiapan anak didik untuk mengenal daerahnya  masing-masing harus diarahkan pada bagaimana cara memaknai dan memberi  nilai tambah dari muatan lokal yang ada untuk menunjang kepentingan dan tujuan  nasional. Karena apabila tidak diarahkan pada kepentingan nasional,  dikhawatirkan akan muncul arogansi daerah sebagai sumber atau pemicu  munculnya sentimen antar daerah. 

Perbedaan yang ada di muka bumi adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang  harus dikelola dan dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin untuk  kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Perbedaan potensi tersebut jangan  dimaknai sebagai pembeda dan pemisah melainkan sebagai alat pemersatu dan  media penyadaran bahwa kita harus saling bantu dan bahu-membahu dalam  membangun bangsa. Karena sekecil apapun kelompok masyarakat atau potensi  daerah akan bermanfaat dan dibutuhkan oleh kelompok atau daerah lainnya.  Begitu pula sebesar apapun kelompok masyarakat atau pun potensi daerah tetap  akan membutuhkan kelompok atau daerah yang lainnya (Ife, 1995). Hal ini  menunjukkan bahwa apapun status dan potensi masyarakat akan saling  membutuhkan dan saling memberi manfaat sehingga perlu dibentuk suatu tujuan  yang disepakati bersama sebagai pengikat kebersamaan dalam hidup yang damai  dan sejahtera.

Perumusan tujuan yang akan dicapai dalam rangka persatuan dan kesatuan,  harus bersifat universal dan menyeluruh dalam keseimbangan, berkeadilan, dan  pemerataan tanpa merugikan atau memojokkan kelompok/golongan tertentu dan  sifatnya tidak sementara. Tujuan tersebut harus diimplementasikan oleh para  pendidik dan komponen yang mendukungnya dalam bertingkah laku dan bersikap  yang tertuang dalam program pengajaran di kelas maupun di luar kelas. Sejarah telah mengingatkan pada kita bahwa, banyak raja (kerajaan) atau  kelompok di Nusantara yang kuat dan makmur, yang berorientasi pada kekuasaan  dan wilayahnya saja tanpa melibatkan dan bekerja sama dengan raja atau  kelompok dan wilayah yang lainnya akan kandas oleh pengaruh asing sehingga  akhirnya tunduk dan dikuasai oleh penjajah. Hal ini menunjukkan bahwa betapa  pentingnya kebersamaan yang diikat dalam suatu tujuan yang sama demi  kemakmuran dan kesejahteraan bersama secara damai dan saling menghormati.

0 komentar:

Posting Komentar