Welcome

Selasa, 06 November 2012

Urgensi Partnership dan Sharing Sumber Daya dalam Pengembangan SDM

Diposting oleh Lost Good Thing


Sejak krisis ekonomi melanda, banyak perusahaan mengalami penurunan daya  saing di pasar internasional. Demikian juga di bidang pendidikan kesulitan ekonomi  menjadikan semakin terbatasnya dana pendidikan dari pemerintah. Pendidikan  bertujuan menghasilkan SDM yang kompeten dan professional namun dukungan  dana yang minim tentu sangatlah  sulit  mencapai tujuan tersebut.  Perubahan pasar dan kemajuan teknologi yang sangat cepat menempatkan  profesionalisme sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan. Dalam kondisi  ini pengembangan sumber daya manusia yang berkesinambungan dan selaras dengan perubahan tersebut menjadi kunci utama untuk meningkatkan profesionalisme dan  meningkatkan daya saing. Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset yang sangat  penting dalam upaya meningkatkan daya saing dan kunci dalam memenangkan  persaingan usaha yang semakin ketat seiring dengan liberalisasi ekonomi. Kenyataan  ini menuntut  suatu program pembinaan SDM yang komprehensif dan holistik (Beny 
Sutrisno, 2001).

Menurut Hendra Suryono (2001) pada era globalisasi dan tingginya velositas menuntut pengelolaan sumber daya yang ada dengan tepat, terutama sumber daya  yang terbarukan (renewable) yaitu keterampilan dan keahlian tenaga kerja agar tetap  selaras dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat dan perubahan pasar. Hal ini  menuntut departemen sumber daya manusia  di perusahaan untuk mampu mengelola  SDM di perusahaan dengan baik sehingga kontinuitas dan ketepatan produksi  terjamin.    Output lembaga pendidikan yang sesuai kebutuhan industri hanya akan  terwujud jika pelaksanaan pendidikan  dipacu oleh industri dan industri hanya akan  eksis jika didukung ketersediaan SDM yang berkualitas dari lembaga pendidikan. Tujuan pendidikan dan kebutuhan industri yang saling terkait ini perlu  diikat lebih  erat dengan membangun pola kemitraan (partnership) antara lembaga pendidikan dan  industri.

Dengan membangun kemitraan yang berwawasan inovasi bisnis antara dunia  industri dan lembaga pendidikan maka akan menjadi kekuatan yang besar untuk  memenangkan persaingan dipasar global. Dengan menjadikan lembaga pendidikan  sebagai mitra bisnis  maka hasil dari produk pendidikan dapat dinikmati oleh kalangan dunia usaha dan industri untuk meningkatkan profit usaha. Sebagai mitra  bisnis maka antara lembaga pendidikan dan dunia industri harus menghasilkan  produk yang berorientasi pada nilai jual (bisnis) di pasar global. Dengan dukungan  industri maka lembaga pendidikan tidak lagi menghasilkan pengangguran terdidik  seperti yang selama ini banyak disinyalir. Dengan dukungan industri lembaga  pendidikan akan menghasilkan produk-produk berkomoditas bisnis yang mampu  mendorong tumbuhnya  entrepreneurship serta inovasi bisnis  bagi industri dalam  menembus pasar global.

0 komentar:

Posting Komentar